Bappeda Kolaka Utara Jadi Motor Penggerak Penurunan Stunting dan Kemiskinan, Kolut Masuk Nominasi Kinerja Terbaik Nasional 2025
Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara kembali mencatatkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Kabupaten Kolaka Utara resmi masuk dalam nominasi daerah dengan kinerja terbaik tahun 2025 dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan.
Capaian tersebut tidak lepas dari peran strategis Bappeda Kabupaten Kolaka Utara sebagai leading sector dalam perencanaan, sinkronisasi program lintas OPD, hingga penguatan kebijakan berbasis data yang selama ini diterapkan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara.
Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi penilaian kinerja yang dilakukan pemerintah pusat, Kolaka Utara dinilai mampu menunjukkan tren positif dalam penurunan angka stunting maupun kemiskinan secara terukur dan berkelanjutan.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting di Kolaka Utara turun signifikan dari 31,8 persen pada tahun 2023 menjadi 23,6 persen pada tahun 2024 atau mengalami penurunan sebesar 8,2 persen hanya dalam satu tahun.
Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem juga berhasil ditekan hingga mencapai 1,21 persen pada tahun 2025. Pemerintah daerah menilai capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan perencanaan pembangunan yang dilakukan secara terintegrasi melalui koordinasi lintas sektor yang dikendalikan Bappeda Kolaka Utara.
Kepala Bappeda Kolaka Utara, Ismail Mustafa, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan semata hasil kerja satu instansi, melainkan buah dari kolaborasi seluruh elemen pemerintah daerah hingga tingkat desa.
Menurutnya, Bappeda berperan dalam memastikan seluruh program penanganan stunting dan kemiskinan berjalan sesuai arah kebijakan pembangunan daerah serta tepat sasaran berdasarkan data lapangan.
“Bappeda menjadi simpul koordinasi agar seluruh intervensi OPD bisa berjalan terpadu. Mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga perlindungan sosial semuanya diarahkan dalam satu tujuan besar, yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bappeda Kolaka Utara juga aktif memperkuat pendekatan berbasis data dalam penyusunan program prioritas daerah. Melalui pemetaan wilayah risiko stunting dan kantong kemiskinan, pemerintah daerah dapat menentukan intervensi yang lebih spesifik dan efektif.
Berbagai inovasi daerah turut lahir dari pola kolaborasi tersebut, di antaranya program Sedekah Genting untuk bantuan nutrisi balita stunting, Mobil Stunting sebagai layanan kesehatan bergerak, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan pelatihan kerja produktif.
Peran Bappeda juga terlihat dalam penguatan integrasi anggaran lintas OPD. Tercatat, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mengalokasikan lebih dari Rp94 miliar untuk mendukung program penanggulangan kemiskinan yang tersebar di berbagai sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, dan sosial.
Atas capaian tersebut, Kolaka Utara sebelumnya juga berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan kinerja terbaik kedua percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tenggara tahun 2024. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Bappeda Kolaka Utara dalam rapat koordinasi percepatan penurunan stunting tingkat provinsi.
Keberhasilan Kolaka Utara kini dinilai menjadi contoh praktik baik pembangunan daerah berbasis kolaborasi lintas sektor dan penguatan perencanaan pembangunan yang terukur. Pemerintah daerah berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan demi mewujudkan masyarakat Kolaka Utara yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.